14 Januari 2009

Kasih dan Waktu

Suatu ketika di sebuah pulau hiduplah semua perasaan kehidupanseperti Kebahagiaaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan perasaan lainnya termasuk Kasih. Suatu hari, diumumkanlah kepada mereka semua bahwa pulau tersebut akan tenggelam ke dasar laut. Maka, semua Perasaan menyiapkan perahu mereka untuk meninggalkanpulau. Akhirnya, hanya Kasih yang masih tertinggal. Kasih ingin bertahan di pulau tersebut sampai saat-saat terakhir. Ketika pulau tersebut hampir seluruhnya tenggelam, Kasihmemutuskan untuk segera meninggalkan pulau. Ia pun mencari seseoranguntuk meminta pertolongan.
Tidak lama kemudian, Kekayaan melintasi pulau dengan perahuyang sangat besar. Ia mengatakan, Kekayaan, dapatkah aku menumpang diperahumu? Kekayaan menjawab, Maaf, di sini banyak emas dan perak, tidakada lagi tempat untukmu. Kemudian, Kasih memutuskan untuk meminta pertolongan kepada Kesombongan yang lewat dengan perahu yang cantik, Kesombongan, tolonglah aku. Aku tidak dapat menolongmu, kata Kesombongan, Kau basah dan akan merusak perahu cantikku.
Kemudian, Kasih melihat Kesedihan lewat. Kasih berkata,Kesedihan, bawalah aku bersamamu. Kesedihan menjawab, Maaf Kasih, saat ini aku ingin sendirian. Kemudian, Kasih melihat Kebahagiaan. Kasih pun menangis,Kebahagiaan, bawalah aku bersamamu. Ternyata Kebahagiaan begitu mabuk dengan suka cita, sehingga ia tidak mendengar seruan sang Kasih. Kasih pun mulai menangis dan terus menangis.
Tiba-tiba, Kasih mendengar satu suara, Kemarilah Kasih, aku akanmembawamu bersamaku. Itu suara seorang tua. Kasih begitu merasa sangatdiberkati dan penuh dengan suka cita, sehingga ia lupa menanyakan namaorang tua itu. Ketika mereka tiba di pulau seberang, si orang tua itupergi. Kasih baru menyadari betapa besar pertolongan si orang tuatersebut. Kasih melihat kepada Pengetahuan dan bertanya, Siapakah orangtua yang telah menolongku? Itu adalah Waktu, jawab Pengetahuan. Mengapa Waktu menolongkusedangkan yang lainnya tidak? tanya Kasih. Pengetahuan tersenyum. Dengan bijaksana dan tulus, ia menjawab, Karena hanya Waktu yang dapat mengerti betapa bernilainya Kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar