14 Januari 2009

SEKEDAR INTERMEZZO

Tahukah anda bahwa jika anda berteriak terus menerus selama 8 tahun,
7 bulan dan 6 hari, energi yang anda keluarkan akan cukup untuk
memanaskan secangkir kopi.... (Ngapain? Nggak sebanding sama hasilnya).....


Jika anda kentut secara konsisten selama 6 tahun 9 bulan,anda akan
menghasilkan gas yang cukup untuk menciptakan energi yang diperlukan
dalam membuat bom atom..... (Nah, kalo ini mendinganlah, lebih sebanding).....

Durasi orgasme seekor babi dapat mencapai 30 menit lamanya !!.....
(kalo reinkarnasi ada yang berminat jadi Babi ? Cuma gue bingung kok bisa-bisanya tau soal ini ya) ..

Membenturkan kepala ke tembok menghabiskan 150 kalori setiap jamnya......
(Hmm...Gue masih kepikiran soal babi tadi......) ...

Dari banyak spesies, hanya manusia dan lumba-lumba yang bisa melakukan seks sebagai sebuah kesenangan.. ....
(Oh jadi itu sebabnya Flipper sang lumba-lumba selalu tersenyum dan babi bisa orgasme 30 menit? Nggak adil, nggak adil !!!!!) ...

Semua beruang kutub kidal...... (Sebodo amaaattt!)
Seekor kecoa mampu bertahan hidup selama 9 hari tanpa kepala, sebelum mati karena kelaparan... ...
(Hii syeerem... Jadi next time kalo mau mbunuh kecoa, make sure seluruh badan ancur!) ....

Seekor kutu mampu melompat sejauh 350 kali panjang badannya.
Kira-kira sama dengan seorang manusia melompat sejauh lapangan sepak bola !!!.....
(masih kebayang yang tadi..30 menit bow...kebayang nggak sih?...dan kenapa musti babi?) .....

Belalang sembah jantan tidak bisa membuahi betinanya selama kepalanya masih menempel pada tubuhnya. Sang betina harus memulai ritual seks dengan memenggal kepala sang jantan......
(Mudah-mudahan nggak ada yang ngasih tahu mereka soal babi tadi....)

Beberapa jenis singa mampu kawin sebanyak 50 kali dalam sehari......
(Boleh juga, tapi lebih gila babi. Quality over quantity bow...)

Alat perasa pada kupu-kupu adalah kakinya..... . (geli geli gitu donk...).... .

Bintang laut tidak mempunyai otak........ (Ah, nggak cuma bintang laut.Manusia juga ada yg gak punya otax.) ..... masih kepikiran babi juga ?? gile dah, lo mo jadi babi

Kasih dan Waktu

Suatu ketika di sebuah pulau hiduplah semua perasaan kehidupanseperti Kebahagiaaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan perasaan lainnya termasuk Kasih. Suatu hari, diumumkanlah kepada mereka semua bahwa pulau tersebut akan tenggelam ke dasar laut. Maka, semua Perasaan menyiapkan perahu mereka untuk meninggalkanpulau. Akhirnya, hanya Kasih yang masih tertinggal. Kasih ingin bertahan di pulau tersebut sampai saat-saat terakhir. Ketika pulau tersebut hampir seluruhnya tenggelam, Kasihmemutuskan untuk segera meninggalkan pulau. Ia pun mencari seseoranguntuk meminta pertolongan.
Tidak lama kemudian, Kekayaan melintasi pulau dengan perahuyang sangat besar. Ia mengatakan, Kekayaan, dapatkah aku menumpang diperahumu? Kekayaan menjawab, Maaf, di sini banyak emas dan perak, tidakada lagi tempat untukmu. Kemudian, Kasih memutuskan untuk meminta pertolongan kepada Kesombongan yang lewat dengan perahu yang cantik, Kesombongan, tolonglah aku. Aku tidak dapat menolongmu, kata Kesombongan, Kau basah dan akan merusak perahu cantikku.
Kemudian, Kasih melihat Kesedihan lewat. Kasih berkata,Kesedihan, bawalah aku bersamamu. Kesedihan menjawab, Maaf Kasih, saat ini aku ingin sendirian. Kemudian, Kasih melihat Kebahagiaan. Kasih pun menangis,Kebahagiaan, bawalah aku bersamamu. Ternyata Kebahagiaan begitu mabuk dengan suka cita, sehingga ia tidak mendengar seruan sang Kasih. Kasih pun mulai menangis dan terus menangis.
Tiba-tiba, Kasih mendengar satu suara, Kemarilah Kasih, aku akanmembawamu bersamaku. Itu suara seorang tua. Kasih begitu merasa sangatdiberkati dan penuh dengan suka cita, sehingga ia lupa menanyakan namaorang tua itu. Ketika mereka tiba di pulau seberang, si orang tua itupergi. Kasih baru menyadari betapa besar pertolongan si orang tuatersebut. Kasih melihat kepada Pengetahuan dan bertanya, Siapakah orangtua yang telah menolongku? Itu adalah Waktu, jawab Pengetahuan. Mengapa Waktu menolongkusedangkan yang lainnya tidak? tanya Kasih. Pengetahuan tersenyum. Dengan bijaksana dan tulus, ia menjawab, Karena hanya Waktu yang dapat mengerti betapa bernilainya Kasih.

09 Januari 2009

Belum ada judulnya....

Langit tampak cerah. Angin bertiup sepoi-sepoi. Mentari mengintip dari sela-sela dedaunan. Samar-samar hangatnya menyentuh kulit. Andre duduk dengan santai. Jantungnya berdetak seirama. Matanya terpejam. Sejenak, ia merasa nyaman.

”Hangat ya.”

Suara itu membuatnya membuka mata. Andre menoleh. Seorang lelaki, mungkin sebaya dengannya, duduk di sampingnya sambil menengadah ke langit.

”Aku suka matahari. Kuat, perkasa, dan panas. Kamu ?”

Lelaki itu menoleh. Untuk pertama kalinya mereka bertatapan. Wajah lelaki itu pucat dan tirus. Namun Andre takjub melihat matanya. Mata itu begitu hidup, seolah mengalirkan semangat bagi siapa saja yang melihatnya.

”Mendung dan hujan bisa menghilangkan matahari,” jawab Andre.

Lelaki itu tertawa. ”Bukan menghilangkan, cuma menutupi.”

Andre mengerutkan dahi. ”Kamu siapa sih ? Tiba-tiba muncul. Seperti jatuh dari langit saja.”

Lelaki itu tertawa lagi. “O ya, kita belum kenalan. Aku Dani.” Ia mengulurkan tangannya.

Meski masih asing, Andre menjabat tangannya juga. ”Andre.”

“Selamat juga ya”, lanjut Dani.

“Selamat ?” Andre mengerutkan kening. ”Buat apa ?”

”Sebentar lagi kamu sembuh.”

”Apa ?” Andre terhenyak sesaat, sebelum akhirnya tersenyum sinis. ”Sok tahu kamu. Aku sakit apa juga kamu nggak tahu.”

”Aku tahu. Jantung kan ?”

”Wah,” lagi-lagi Andre menerima kejutan. ”Hebat. Sixth sense kamu boleh juga.”

Sixth sense ? Ha ha ha....dukun kali !”

”Lucu banget ya”, komentar Andre dingin.

Dani berhenti tertawa. Ia menoleh dan menatap Andre. ”Sori.”

Andre menghela nafas. Pandangannya menerawang. ”Jantungku ini payah. Harus ganti yang baru. Tapi siapa yang mau kasih ? Nggak ada seorang pun yang berharap dikubur dalam keadaan nggak utuh. Sekarang gimana kalau aku tanya kamu. Mau beri aku jantung supaya aku sehat lagi ?”

”Oke.”

“Apa ?”

”Kubilang, oke.”

”Hah ?”

Mendadak angin bertiup kencang. Andre kaget. Angin kencang itu mebuat pedih matanya. Sambil berusaha melindungi matanya, Andre kembali menoleh ke samping. Tetapi.....tidak ada sosok Dani di sana. Dan tiba-tiba pula angin berhenti bertiup. Andre keheranan. Sudut matanya berkeliling mencari. Namun sosok Dani seperti menghilang ditelan bumi. Andre tak habis pikir. Dalam situasi angin yang kencang begitu masa iya sih dia bisa bergerak cepat ?

”Andre ? masih di sini ? jangan lama-lama lho. Kamu harus banyak istirahat.”

Andre menoleh. ”Eh, suster Ina. Bentar lagi juga saya balik.”

”Oke. Tapi bener ya.”

Andre mengangguk. Suster Ina tersenyum dan beranjak pergi.

”Suster !” panggil Andre tiba-tiba.

Suster Ina berhenti dan berbalik. ”Ya ? Ada apa Andre ?”

”Ngg...”, Andre berpikir sebentar. ”Suster kenal pasien bernama Dani ?”

”Dani ? Dani yang mana ya ?”

“Orangnya agak tinggi, mukanya tirus, dan....kurang lebih seumuran saya.”

“Mmm....Dani....”, Suster Ina tampak berpikir. “Kalau yang seumuran kamu, kalau nggak salah ada 3. Satu cewek, dua cowok. Itu yang di bangsal sini lho, kalau bangsal lain saya nggak tahu.”


bersambung......